BlackRock Bidik ETF On-Chain, Figure Technologies Raih $788 Juta, Inflasi AS Naik 2,9% — Apa Artinya untuk Pasar Kripto?

Kryptologi – Industri keuangan tradisional semakin dekat dengan dunia blockchain. Setelah sukses dengan dana pasar uang tokenisasi senilai $2 miliar, raksasa manajer aset BlackRock kini mengeksplorasi cara membawa exchange-traded funds (ETF) ke jalur blockchain. Di sisi lain, Figure Technologies, perusahaan pinjaman berbasis blockchain yang didirikan oleh Mike Cagney (co-founder SoFi), berhasil meraih hampir $788 juta dalam penawaran umum perdana (IPO) dan siap melantai di Nasdaq dengan simbol FIGR. Sementara itu, data terbaru dari pemerintah AS menunjukkan inflasi naik menjadi 2,9% pada Agustus, menambah ketidakpastian terhadap rencana pemotongan suku bunga The Fed.

BlackRock Bidik ETF On-Chain, Figure Technologies Raih $788 Juta, Inflasi AS Naik 2,9% — Apa Artinya untuk Pasar Kripto?
BlackRock Bidik ETF On-Chain, Figure Technologies Raih $788 Juta, Inflasi AS Naik 2,9% — Apa Artinya untuk Pasar Kripto?


BlackRock dan Masa Depan ETF Tokenisasi

BlackRock, yang dikenal sebagai pengelola aset terbesar di dunia, telah menunjukkan keseriusannya dalam inovasi blockchain. Produk mereka yang dikenal sebagai BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund atau lebih populer dengan ticker BUIDL telah mengumpulkan lebih dari $2 miliar aset dalam bentuk tokenisasi di jaringan publik. Kesuksesan tersebut mendorong BlackRock untuk mempertimbangkan langkah berikutnya: membawa ETF ke dalam ekosistem blockchain.

Menurut sumber internal, tujuan BlackRock adalah menciptakan ETF yang dapat diperdagangkan dan diselesaikan secara langsung di blockchain. Ini berarti investor dapat membeli dan menjual unit ETF dengan transparansi penuh, penyelesaian instan, dan biaya yang lebih rendah dibandingkan infrastruktur tradisional. Jika terwujud, ini akan menjadi langkah besar bagi adopsi blockchain dalam pasar modal global.

Banyak analis melihat langkah ini sebagai sinyal positif. Tokenisasi aset nyata (RWA – Real World Assets) adalah salah satu tren terbesar di sektor kripto pada 2025. Dengan masuknya pemain besar seperti BlackRock, kepercayaan institusi terhadap blockchain semakin menguat. Tidak hanya itu, ETF berbasis blockchain dapat memperluas akses bagi investor ritel di seluruh dunia, termasuk di negara-negara berkembang yang mungkin sulit mengakses produk ETF tradisional.

Figure Technologies Siap Menggebrak Wall Street

Figure Technologies, yang dikenal sebagai pionir dalam pemanfaatan blockchain untuk layanan pinjaman, baru saja menetapkan harga IPO mereka di angka $25 per saham. Dengan penawaran tersebut, perusahaan berhasil mengumpulkan hampir $788 juta dana segar. Saham mereka akan diperdagangkan di Nasdaq dengan simbol FIGR mulai pekan depan.

Mike Cagney, pendiri Figure dan juga salah satu pendiri SoFi, mengatakan bahwa dana hasil IPO akan digunakan untuk memperluas penawaran produk pinjaman, memperkuat infrastruktur blockchain mereka, dan mengembangkan pasar sekunder untuk produk keuangan berbasis blockchain. Platform Figure memanfaatkan blockchain untuk memproses aplikasi pinjaman lebih cepat dibandingkan sistem tradisional, dengan transparansi dan efisiensi yang lebih baik.

IPO Figure dipandang sebagai salah satu tonggak penting dalam integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain. Dengan valuasi awal yang cukup tinggi, investor menaruh harapan besar bahwa Figure akan menjadi pemain kunci dalam industri decentralized finance (DeFi) berbasis institusi.

Inflasi AS Naik, Pasar Bersiap terhadap Kebijakan The Fed

Di tengah optimisme terhadap perkembangan industri blockchain, pasar makro menghadapi tantangan baru. Data resmi yang dirilis pada Kamis menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (CPI) AS naik 2,9% secara tahunan pada Agustus. Kenaikan ini dipicu oleh harga gas dan pangan yang terus merangkak naik. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan ini dapat mempersulit rencana The Fed untuk memangkas suku bunga pada kuartal mendatang.

Kenaikan inflasi diiringi dengan meningkatnya klaim pengangguran, yang mencerminkan pelemahan pasar tenaga kerja. Situasi ini menciptakan dilema bagi The Fed: apakah mereka akan fokus menurunkan inflasi atau justru melonggarkan kebijakan moneter untuk mendukung lapangan kerja? Ketidakpastian ini membuat pasar saham dan kripto bergerak volatil dalam beberapa hari terakhir.

Dampak Terhadap Pasar Kripto

Kombinasi dari tiga berita besar ini—rencana BlackRock untuk tokenisasi ETF, IPO Figure Technologies, dan inflasi AS—memberikan sinyal campuran bagi pelaku pasar kripto. Di satu sisi, langkah BlackRock dan kesuksesan IPO Figure memperkuat narasi bahwa blockchain sedang memasuki fase adopsi institusional besar-besaran. Hal ini cenderung positif bagi harga aset kripto, khususnya token yang terkait dengan ekosistem RWA, DeFi, dan infrastruktur blockchain.

Namun, kenaikan inflasi dapat menahan likuiditas pasar. Jika The Fed menunda pemangkasan suku bunga, dolar AS berpotensi menguat, yang biasanya menjadi tekanan bagi harga kripto. Investor mungkin perlu lebih selektif dalam menempatkan modal, dengan fokus pada proyek yang memiliki fundamental kuat dan keterlibatan institusional nyata.

Respon Komunitas dan Investor

Komunitas kripto di media sosial menyambut positif berita BlackRock. Banyak yang berpendapat bahwa langkah ini akan mempercepat adopsi teknologi blockchain di pasar modal global. Beberapa analis bahkan memprediksi bahwa jika ETF BlackRock on-chain berhasil diluncurkan, hal itu bisa menarik ratusan miliar dolar dana institusional ke ekosistem kripto dalam beberapa tahun ke depan.

IPO Figure juga menjadi sorotan. Investor ritel yang telah mengikuti perkembangan DeFi melihat langkah ini sebagai validasi bahwa teknologi blockchain memang memiliki aplikasi nyata di dunia keuangan. FIGR bisa menjadi salah satu saham yang diminati oleh investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap industri blockchain tanpa harus memegang aset kripto secara langsung.

Kesimpulan

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dunia keuangan tradisional dan blockchain semakin terhubung. BlackRock sedang membuka jalan bagi ETF berbasis blockchain, Figure Technologies membawa inovasi ke Wall Street, dan data inflasi terbaru menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar. Bagi investor kripto, ini adalah momen penting untuk tetap waspada dan memantau kebijakan moneter global, sembari memanfaatkan peluang dari masuknya modal institusional.

Kombinasi adopsi institusi dan dinamika makroekonomi akan menjadi pendorong utama pergerakan harga kripto hingga akhir 2025. Jika tren tokenisasi terus berlanjut, tahun ini bisa menjadi salah satu periode paling menarik dalam sejarah pasar aset digital.

Reporter: Tim Kryptologi | Editor: Blockchain Desk

Posting Komentar untuk "BlackRock Bidik ETF On-Chain, Figure Technologies Raih $788 Juta, Inflasi AS Naik 2,9% — Apa Artinya untuk Pasar Kripto?"